Wednesday, 2 April 2014

Gunung Penanggungan dengan teteknya

gambar penanggungan

Dilereng gunung 

penanggungan itulah saya dilahirkan asli wong deso banget kayak saya. tapi allhamdulillah dan subhanalloh itulah ciptaan ALLOH sang MAHA KARYA segala-galanya dengan segala kekuasaan-NYA yang MAHA  AGUNG.Gunung Penanggungan (ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut) merupakan sebuah gunung yang terdapat di Pulau Jawa, Indonesia. Letak gunung berapi tidur ini ini berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berjarak kurang lebih 25 km dari Surabaya. Gunung Penanggungan berada pada satu kluster dengan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Gunung ini dikenal memiliki nilai sejarah tinggi karena di sekujur lerengnya ditemui berbagai peninggalan purbakala, baik candi, pertapaan, maupun petirtaan dari periode Hindu-Buddha di Jawa Timur. Di masa itu ia dikenal sebagai Gunung Pawitra.Menurut cerita kenapa dinamakan penanggungan karena nanggung bahasa jawanya setengah-setengah. dan sekarang dilereng gunung penanggungan tidak alami seperti dulu semua lereng-lerengnya semua di tambah pasir dan sirtunya hingga  seolah-olah gunung penanggungan tidak mempunyai kaki untuk berpinjak. Dan di gunung penanggungan tersebut sebuah candi yang benar-benar bersejarah yaitu candi sumber tetek atau disebut candi belahan atau candi Airlangga yang menyimpan banyak sejarah, serta menurut cerita mempunyai asal-usul yang bersejarah 
gambar sumber tetek
Nama Airlangga berarti "Air yang melompat". Ia lahir tahun 990. Ayahnya bernama Udayana, raja Kerajaan Bedahulu dari Wangsa Warmadewa. Ibunya bernama Mahendradatta, seorang putri Wangsa Isyana dari Kerajaan Medang. Waktu itu Medang menjadi kerajaan yang cukup kuat, bahkan mengadakan penaklukan ke Bali, mendirikan koloni di Kalimantan Barat, serta mengadakan serangan ke Sriwijaya.
Airlangga memiliki dua orang adik, yaitu Marakata (menjadi raja Bali sepeninggal ayah mereka) dan Anak Wungsu (naik takhta sepeninggal Marakata). Dalam berbagai prasasti yang dikeluarkannya, Airlangga mengakui sebagai keturunan dari Mpu Sindok dari Wangsa Isyana dari kerajaan Medang Mataram di Jawa Tengah.

(baca asal-usulnya candi tetek atau candi airlangga juga)


*Semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment

Configure Popular